Skip to main content

Jendela Hati

Berkali ketukan itu terdengar
Sudah lama memang aku tak membukanya
Ku biarkan tertutup rapat
Bukan karena tak tahu cara membukanya
Bahkan tirainya kubiarkan terbuka
Agar ku dapat melihat siapa diluar sana
Hanya saja kekhawatiranku akan ada yang mengacau kembali
Dan aku takmau ada masalalu yang kembali hadir hanya karena ada celah
Meski terdengan suara "maaf" ataupun "rindu"
Jika bersungguh-sungguh,
Sebelum mengetuk lihatlah dulu
Dibalik jendela ada seorang wanita yang sedang bahagia sebelum kau hadir
Kau tak perlu berjanji untuk membuatnya menjadi lebih bahagia atau bahkan menjadi yang terbaik
Cukup ketuk saja jendelanya, 
Yakinkan hatimu sendiri,
Lalu berjanjilah padanya bahwa kau takkan pergi untuk mencari jendela hati yang lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”