Skip to main content

Jendela Hati

Berkali ketukan itu terdengar
Sudah lama memang aku tak membukanya
Ku biarkan tertutup rapat
Bukan karena tak tahu cara membukanya
Bahkan tirainya kubiarkan terbuka
Agar ku dapat melihat siapa diluar sana
Hanya saja kekhawatiranku akan ada yang mengacau kembali
Dan aku takmau ada masalalu yang kembali hadir hanya karena ada celah
Meski terdengan suara "maaf" ataupun "rindu"
Jika bersungguh-sungguh,
Sebelum mengetuk lihatlah dulu
Dibalik jendela ada seorang wanita yang sedang bahagia sebelum kau hadir
Kau tak perlu berjanji untuk membuatnya menjadi lebih bahagia atau bahkan menjadi yang terbaik
Cukup ketuk saja jendelanya, 
Yakinkan hatimu sendiri,
Lalu berjanjilah padanya bahwa kau takkan pergi untuk mencari jendela hati yang lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

He is the one (?)

Finally aku bisa cerita juga disini..  Mulai dari tahun 2021 yang aku memutuskan untuk membuka datting apps (bukan tinder bukan bumble). Muzmatch itu semacam aplikasi yang isinya muslim semua dan mancanegara wooowww wkwkwk, karena tbh aku seneng ngobrol sama orang luar topik pembicaraanya gatau kenapa lebih banyak aja gitu. Mulai chat sama beberapa cowok nih yakaaaan.. tapi seperti biasa aku gak pernah dengan mudahnya kasih nomor WA jadi aku akan kasih instagram dan komunikasi disana, maksudnya memudahkan dia juga mengenali aku dan kalau gak oke yaudah gak usah lanjut.  Ketemulah sama cowok dari suatu negara yang orangnya sopan dan juga nyambung nih, dalam hati "okelah boleh kalau dia mau move wa". Saat itu aku lagi rajin presentasi untuk bisnis aku dan dia support dan aku sukaaaaa banget karena aku butuh itu. Lanjut dengan berbagai pertanyaan dari aku si TAURUS GIRL yang apa-apanya harus jelas dan gakmau buang-buang waktu. Bikin benteng pertahanan dong nih ceritanya: Kamu ng...

2022

Tahun dimana aku kembali bangkit! Tahun dimana aku tidak berenti untuk bersyukur.  Dan aku mau menceritakannyaaaa sekarang juga..... 

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”