Skip to main content

Posts

ya... sia-sia

hahahahaha aku tertawa pada ruang waktu yang aku jadikan andalan aku tertawa kepada seluruh alam ini yang aku bayangkan akan membantuku aku pikir ini apa, kau sangka ini bagaimana, bodoh.. membiarkan harapan terlepas begitu saja, tak mampu tuk menjaganya membiarkan sejuta rencana berguguran tanpa sebab mungkin kalau buku ya sudah usang kalaupun itu panggung sandiwara seakan dibiarkan tanpa penari dan tanpa skenario ya sia sia lah jadinya... kemana saja kau selama ini ? mana ruang waktu yang di janjikan? mana bunga yang kau katakan akan kau berikan padaku nanti halaaaaaah, omong kosong!!! berucaplah sesuka mu bertingkahlah semaumu  seolah hanya kamu yang mampu menggerakan layangan ditarik terus di ulur lagi eh di tarik lagi eeeeh di ulur lagi jangan salahkan aku akan tingkah laku pada akhirnya jangan salahkan apapun ketika ada yang menyerah tidak kah kau memiliki timbangan untuk mempertimbangkan masa lalumu dengan ku? tidak kah kau memiliki s...

penantian tanpa akhir

seorang pria dihadapkan dengan seorang wanita yang setelah sekian lama menjadi pendengar baiknya menjadi pengingat waktunya menjadi pewarna di harinya pria itu tahu apa yang dia rasakan kepada wanita dihadapannya tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan  wanita itu hanya memberi senyuman tanpa kepastian mereka tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikiran mereka itu adalah sama tapi mereka pun sadar apa yang mereka takuti mereka menginginkan kebahagiaan dan keindahan pada akhirnya tapi hanyalah waktu yang mereka andalkan  mungkin jawaban ada pada saatnya ketika waktu yang menentukan ketika keyakinan itu datang resah pun menghantui ketika harapan itu ada tak di pungkiri rasa takut yang menghambat apakah ketika mereka berlari berlawanan arah akan menemukan kepastiannya? apakah akan menemukan jawabannya ketika hanya duduk manis diam menanti semua datang secara tiba-tiba? pria itu terus meyakinkan akan perasaannya dan memberikan sebuah harapan dan ...

kamu

kamu memang memayungi disaat hujan kamu memang menyinari disaat gelap kamu memang penguji kekhawatiran nomor satu dan kamu adalah alasan untuk selalu memaafkan tapi kamu tidak pernah menjadi obat disaat luka tidak bisa menjadi batu karang yang kuat menghempas ombak tidak seperti matahari yang hanya ada satu tidak seperti mawar yang tulus membagi madunya untuk para lebah dan kamu tidak menampakkan diri tidak menyebutkan siapa tidak menyebutkan warnamu dan tidak memiliki keteguhan pertanyan tanpa jawaban terang tanpa cahaya harum tanpa bau hujan tanpa air bagaikan kehadiranmu disini saat ini dan kamu tidak tahu untuk apa ada disini.

indah,sebutlah ia ketika rasa sakit itu ada

kemarin memang indah ya.. indah yang aku katakan saat aku tidak tau bahwa ada akhir dari keindahan itu keindahan tak semua orang memaknainya sama tapi keindahan itu ternyata rasa sakit karena sakit itu adalah rasa yang sesungguhnya terjadi rasa yang jauh dari kepura puraan rasa dimana semua akhir akan memilikinya sebutlah itu indah, kebahagiaan belum berarti indah kebahagiaan penuh teki kebahagiaan penuh kepalsuan bahagia pasti akan ada akhir akhir itulah yang selalu memberikan rasa sakit. mungkin inilah buah dari kata indah yang pernah terucap saat itu ternyata salah, inilah rasa sakit ketika kebahagiaan hari kemarin telah berakhir, dan inilah yang di sebut indah saat mengetahui ternyata kemarin adalah kepura puraan saja yang aku dapatkan hanyalah waktu yang dibiarkan berlalu tanpa kesadaran ketika ternyata hati sedang dilukai,disayat dan ditusuk secara perlahan hingga akhirnya mati

hilang

sepasang bayangan berubah menjadi tunggal empat jejak sepatu kini hanya ada dua jejak sandal hanya satu kursi yang diperlukan setiap makan malam tidak ada alarm untuk mengingat hari hari penting lagi tidak ada lingkaran mereh di kalender hilangnya suara gerungan knalpot setiap sore hilangnya deringan telepon genggap setiap waktu setiap figura menjadi kosong terpaksa untuk menyimpan album foto jauh dari jangkauan coretan pena yang biasanya memenuhi setiap halaman buku mendadak terhenti ruas jemari kembali kosong terpaksa untuk tak lagi bisa bersandar uang saku habis terpakai untuk membeli tissue berat badan mendadak ideal tak ada yang memberatkan rangkulan tangan di bahu semuanya sudah hilang dan kembali seperti semula ketika seseorang berdiri sendiri ketika seseorang itu sebelumnya tidak tahu bahwa akhirnya akan kehilangan

hadirmu

hujan telah berakhir dan pelangipun telah terukir duka pun menjadi suka lara menjelma menjadi tawa hadirnya seolah menutup segala pintu luka dan setianya mengisi hati yang kosong hariku kini menjadi harinya kasihmu mengisahkan setiap detik dalam relung waktuku bersamamu aku bahagia dalam dekapmu aku terbuai dalam angan kau yang selalu lantunkan melodi romantis kaupun yang selalu berikan kata kata indah di setiap sisa malam dan aku beruntung memilikimu

stasiun cicalengka - kab.bandung, jawa barat

mereka tertawa seakan tanpa beban, mereka tersenyum seakan tak sedang sakit keceriaan mereka bukanlah kebahagiaan yang tercipta saat itu mereka tertawa, benyanyi, menari berlompat-lompatan tapi ketika melihat seseorang berbaju rapi, mereka menghapiri dengan menengadahkan tangannya dan saat tanpa hasil raut wajah merekapun berubah, seakan mereka lupa kalau mereka tadi sedang menari riang, tak lama kemudian salah satu dari mereka mendapatkan koin uang receh, dan mereka yang tidak mendapatkan berusaha merebutnya dengan kata kata yang tak terduga "heh anji*g, eta duitna ker aing dieu", bocah sekisar 4tahun si pemilik koin melawan dengan marah "naon gobl*g ieu duit aing anj*ng" yang membuat tercenga lagi temennya meleraikan dengan bahasa "ges lah saretan sia tong garelut......". sungguh tidak wajar anak-anak berusia 4-7 tahun memiliki bahasa seperti orang yang tidak memiliki ketenangan hati. kalau begini siapa yang bsa disalahkan ? orang tua mereka mem...