Skip to main content

indah,sebutlah ia ketika rasa sakit itu ada

kemarin memang indah
ya.. indah yang aku katakan saat aku tidak tau bahwa ada akhir dari keindahan itu
keindahan tak semua orang memaknainya sama
tapi keindahan itu ternyata rasa sakit
karena sakit itu adalah rasa yang sesungguhnya terjadi
rasa yang jauh dari kepura puraan
rasa dimana semua akhir akan memilikinya
sebutlah itu indah,
kebahagiaan belum berarti indah
kebahagiaan penuh teki
kebahagiaan penuh kepalsuan
bahagia pasti akan ada akhir
akhir itulah yang selalu memberikan rasa sakit.
mungkin inilah buah dari kata indah yang pernah terucap saat itu
ternyata salah,
inilah rasa sakit ketika kebahagiaan hari kemarin telah berakhir, dan inilah yang di sebut indah
saat mengetahui ternyata kemarin adalah kepura puraan saja yang aku dapatkan
hanyalah waktu yang dibiarkan berlalu tanpa kesadaran ketika ternyata hati sedang dilukai,disayat dan ditusuk secara perlahan hingga akhirnya mati

Comments

Popular posts from this blog

He is the one (?)

Finally aku bisa cerita juga disini..  Mulai dari tahun 2021 yang aku memutuskan untuk membuka datting apps (bukan tinder bukan bumble). Muzmatch itu semacam aplikasi yang isinya muslim semua dan mancanegara wooowww wkwkwk, karena tbh aku seneng ngobrol sama orang luar topik pembicaraanya gatau kenapa lebih banyak aja gitu. Mulai chat sama beberapa cowok nih yakaaaan.. tapi seperti biasa aku gak pernah dengan mudahnya kasih nomor WA jadi aku akan kasih instagram dan komunikasi disana, maksudnya memudahkan dia juga mengenali aku dan kalau gak oke yaudah gak usah lanjut.  Ketemulah sama cowok dari suatu negara yang orangnya sopan dan juga nyambung nih, dalam hati "okelah boleh kalau dia mau move wa". Saat itu aku lagi rajin presentasi untuk bisnis aku dan dia support dan aku sukaaaaa banget karena aku butuh itu. Lanjut dengan berbagai pertanyaan dari aku si TAURUS GIRL yang apa-apanya harus jelas dan gakmau buang-buang waktu. Bikin benteng pertahanan dong nih ceritanya: Kamu ng...

2022

Tahun dimana aku kembali bangkit! Tahun dimana aku tidak berenti untuk bersyukur.  Dan aku mau menceritakannyaaaa sekarang juga..... 

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”