Skip to main content

indah,sebutlah ia ketika rasa sakit itu ada

kemarin memang indah
ya.. indah yang aku katakan saat aku tidak tau bahwa ada akhir dari keindahan itu
keindahan tak semua orang memaknainya sama
tapi keindahan itu ternyata rasa sakit
karena sakit itu adalah rasa yang sesungguhnya terjadi
rasa yang jauh dari kepura puraan
rasa dimana semua akhir akan memilikinya
sebutlah itu indah,
kebahagiaan belum berarti indah
kebahagiaan penuh teki
kebahagiaan penuh kepalsuan
bahagia pasti akan ada akhir
akhir itulah yang selalu memberikan rasa sakit.
mungkin inilah buah dari kata indah yang pernah terucap saat itu
ternyata salah,
inilah rasa sakit ketika kebahagiaan hari kemarin telah berakhir, dan inilah yang di sebut indah
saat mengetahui ternyata kemarin adalah kepura puraan saja yang aku dapatkan
hanyalah waktu yang dibiarkan berlalu tanpa kesadaran ketika ternyata hati sedang dilukai,disayat dan ditusuk secara perlahan hingga akhirnya mati

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”