Skip to main content

Sebuah Kebetulan

"... kamu lagi? Kenapa selalu kamu?"

Keberadaanya selalu tidak diharapkan, karena menurutnya bukan dirinya yang dia cari.

"Sepertinya kamu tidak pernah menerima kuasa alam yang selalu membuat sebuah kebetulan dalam pertemuan untuk kita"

"ya... Jika sudah tau begitu, pergilah"

Terkilas dipikiran dia , bahwasannya memang bukan dia yang menginginkan pertemuan itu ada, semua itu terjadi begitu saja, ya... Sebuah kebetulan.

"Lalu apa yang harus aku lakukan bila kebetulan itu datang lagi untuk membuat pertemuan diantara kita?"

"kamu bisa menolaknya jika kamu mau"

"Tidak, aku tidak akan melakukannya"

"kenapa?"

"Bukan kuasamu untuk mengatur sebuah kebetulan, bukan juga urusanmu kalau ternyata kita harus dipersatukan. Kamu dan aku sama, sama-sama tidak akan pernah tahu akan hari esok. Jadi biarkan sebuah kebetulan itu bermain-main hingga akhirnya lelah dan memberikan penyelesaian apa yang akan terjadi diantara kita."

Comments

Popular posts from this blog

He is the one (?)

Finally aku bisa cerita juga disini..  Mulai dari tahun 2021 yang aku memutuskan untuk membuka datting apps (bukan tinder bukan bumble). Muzmatch itu semacam aplikasi yang isinya muslim semua dan mancanegara wooowww wkwkwk, karena tbh aku seneng ngobrol sama orang luar topik pembicaraanya gatau kenapa lebih banyak aja gitu. Mulai chat sama beberapa cowok nih yakaaaan.. tapi seperti biasa aku gak pernah dengan mudahnya kasih nomor WA jadi aku akan kasih instagram dan komunikasi disana, maksudnya memudahkan dia juga mengenali aku dan kalau gak oke yaudah gak usah lanjut.  Ketemulah sama cowok dari suatu negara yang orangnya sopan dan juga nyambung nih, dalam hati "okelah boleh kalau dia mau move wa". Saat itu aku lagi rajin presentasi untuk bisnis aku dan dia support dan aku sukaaaaa banget karena aku butuh itu. Lanjut dengan berbagai pertanyaan dari aku si TAURUS GIRL yang apa-apanya harus jelas dan gakmau buang-buang waktu. Bikin benteng pertahanan dong nih ceritanya: Kamu ng...

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”

23 Juni 2022

 Hey ! Akhirnya aku kembali membuka halaman ini lagi  Menggerakan jemari sesuai isi hati Setelah sekian lama rasanya sepertinya hariku tak memiliki warna  Dengan ini aku mau mengumumkan kepada kalian yang mempercayai WAKTU "Jangan menyerah, semua akan datang kepadamu jika memang takdirmu. walaupun belum berjalan sesuai keinginanmu tapi yang pasti semua akan ada yang berubah karena waktu. Percayalah tidak ada waktu yang berhenti selama nafas masih membersamaimu".