Skip to main content

Sebuah Kebetulan

"... kamu lagi? Kenapa selalu kamu?"

Keberadaanya selalu tidak diharapkan, karena menurutnya bukan dirinya yang dia cari.

"Sepertinya kamu tidak pernah menerima kuasa alam yang selalu membuat sebuah kebetulan dalam pertemuan untuk kita"

"ya... Jika sudah tau begitu, pergilah"

Terkilas dipikiran dia , bahwasannya memang bukan dia yang menginginkan pertemuan itu ada, semua itu terjadi begitu saja, ya... Sebuah kebetulan.

"Lalu apa yang harus aku lakukan bila kebetulan itu datang lagi untuk membuat pertemuan diantara kita?"

"kamu bisa menolaknya jika kamu mau"

"Tidak, aku tidak akan melakukannya"

"kenapa?"

"Bukan kuasamu untuk mengatur sebuah kebetulan, bukan juga urusanmu kalau ternyata kita harus dipersatukan. Kamu dan aku sama, sama-sama tidak akan pernah tahu akan hari esok. Jadi biarkan sebuah kebetulan itu bermain-main hingga akhirnya lelah dan memberikan penyelesaian apa yang akan terjadi diantara kita."

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”