Skip to main content

Tak Perlu Khawatirkan Setelah Senja

Hai, aku ingin memberi tahumu bahwa 
senja diluar sana sedang indah.
Tak inginkah kau melihatnya?
Apa begitu caramu memendam semuanya?
Berdiam diri meski ada yang menarik.
Membiarkan keindahan yang Tuhan ciptakan. 
Tahukah kamu burung burung dilangit saja ikut merayakannya, hingga di tengah taman terlihat mereka yang berjejer, berayun beriringan dan menikmatinya.
Tidakkah ingin kamu keluar sebentar saja?
Dari relung jiwamu yang sempit ?
Dari kesendirian yang membelenggumu ?
Keluarlah, lihatlah kesana.
Sudahlah, tak usah mengkhawatirkan gelap yang akan tiba,
malam pasti datang.
Begitupun dengan pagi, percayalah akan datang juga mentari pada akhirnya.
Mari kita nikmati senja. 
Biarkan nanti akan menjadi nanti, dan sekarang menjadi saat yang harus kita nikmati setiap fase nya. 

Comments

Popular posts from this blog

He is the one (?)

Finally aku bisa cerita juga disini..  Mulai dari tahun 2021 yang aku memutuskan untuk membuka datting apps (bukan tinder bukan bumble). Muzmatch itu semacam aplikasi yang isinya muslim semua dan mancanegara wooowww wkwkwk, karena tbh aku seneng ngobrol sama orang luar topik pembicaraanya gatau kenapa lebih banyak aja gitu. Mulai chat sama beberapa cowok nih yakaaaan.. tapi seperti biasa aku gak pernah dengan mudahnya kasih nomor WA jadi aku akan kasih instagram dan komunikasi disana, maksudnya memudahkan dia juga mengenali aku dan kalau gak oke yaudah gak usah lanjut.  Ketemulah sama cowok dari suatu negara yang orangnya sopan dan juga nyambung nih, dalam hati "okelah boleh kalau dia mau move wa". Saat itu aku lagi rajin presentasi untuk bisnis aku dan dia support dan aku sukaaaaa banget karena aku butuh itu. Lanjut dengan berbagai pertanyaan dari aku si TAURUS GIRL yang apa-apanya harus jelas dan gakmau buang-buang waktu. Bikin benteng pertahanan dong nih ceritanya: Kamu ng...

2022

Tahun dimana aku kembali bangkit! Tahun dimana aku tidak berenti untuk bersyukur.  Dan aku mau menceritakannyaaaa sekarang juga..... 

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”