Skip to main content

Berdamai dengan Setiap Pilihan

Memilih itu bukan hal yang mudah bagi sebagian orang.
Adapun membuat mereka jengkel untuk mendengarkan setiap pilihan - pilihan yang dibuatnya.
Alam itu baik, Kamu saja terlalu terus menerus menyalahkannya.
Dimana setiap sudutnya sebuah pilihan.
Memilih diantara, tidak lebih sulit daripada tidak ada pilihan apapun.
Bagi sebagian mereka akan menyukai tanpa adanya pilihan.
Tapi kamu tidak dapat berdalih, dalam setiap jalan kehidupan selalu ada pilihan
makan apa hari ini ?
pergi dengan siapa besok ?
film apa yang harus ditonton?
baju mana yang sebaiknya dipakai?
Ayolah... Berdamai saja dengan mereka pilihan-pilihan dalam pikiranmu.
Itu mudah dan menyenangkan,
Pecayalah beruntungnya mereka yang begitu banyak akan pilihan.
Tanpa pilihan kamu tidak akan belajar mempertimbangkan sesuatu.
Tanpa pilihan kamu tidak akan belajar menentukan siapa yang harus terpilih.
dan Tanpa pilihan memang hidupmu tidak akan sengsara
Tapi percayalah hidupmu tidak akan pernah berwarna.

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”