Skip to main content

kan terus terkenang

Rasa sakit hati tak sebanding dengan rasa kehilangan
Kehilangan sesosok yang mampu membuat perubahan
Lebih sakit rasanya dengan ditinggal pergi begitu saja
Melupakan bukan hal yang mudah biarpun terus ku coba
Menghapusmu dari benakku bukan hal kecil yang mungkin bisa dilalui
Kehilangan bukan berarti tak memiliki
Memiliki tidak harus terus bersama
Tp apa meninggalkan dan tinggalkan akan terus bisa memiliki? 
Satu buku yang tersedia dari lembaran demi lembaran, yang selalu terisikan kisah bahagia
Kini tak akan lagi terisikan kisah, dan buku itu di  tutup tidak dengan akhir yang bahagia
Melainkan tak akan lagi terisikan dan dibiarkan usang
Coretan pena untuk melukiskan kisah kini tak ada lagi tujuan arah dan tak akan ada lagi tempat untuk untuk menggambarkan kebahagiaan, biarkan hnya angin yang tahu tangisan ini mengalir, dan biarkan kisah ini menjadi cerita lalu yang bahagia dan akan terus terkenang 

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”