Skip to main content

IBU

Kau cintaiku setulus hatimu
Kau besarkan aku dengan kasih sayangmu yang begitu besar tak terhingga
Meski selalu saja ada noda diatas kisah suci yang sempurna
Namun kau selalu berusaha berikan yang terbaik untukku
Walau selalu aku menyakiti hatimu menyinggung perasaanmu
Ingin asamu menjadi yang terbaik untukku
Kau selalu menjadi orang yang pertama menolongku disaat aku terjatuh rapuh dalam liku kehidupan, kau raih semangatku tuk terus jalani semua ini dengan penuh senyuman
Kau selalu terangi langkahku disaat aku tersesat dalam kegelapan
Kau mampu hapuskan lara dan menjadikannya sebuah kebahagiaan
Kau pandai mewarnai hari-hariku penuh tawa canda
Rasa cintamu, ketulusanmu, kasihmu, dan semuanya yang telah kau berikan tak mampu ku balas dengan apapun
Teriakanku kau balas dengan senyuman
Emosiku kau balas dengan tatapan cinta
Betapa sabarnya sosokmu
Aku hanya mampu mencintaimu kembali sepenuh hati dan menjadikanmu suri tauladan dalam hidupku
I Love U momski:*

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”