Skip to main content

(belum ada judul)

Aku terus berdiri disini
Berdiri tegar jalani semua
Dibawah dan diatas ketulusan hati ini
Akan tetap kudisini hanya untuk hatimu
Terus mencoba sadarkanmu
Bahwa, ku disini hanya untukmu
Kuteguhkan pada satu hati
Dan itu tertuju padamu
Mungkin, kekuatan hati yang membuatku tuk terus tinggal dalam ruang waktu ini
Takkan sedikitpun ku langkahkan kakiku untuk pergi tinggalkan semua yang telah terukir dan menjadi sebuah kisah yang takkan terlupakan
Apakah kamu mampu pahami ketulusan ini?
Seandainya saja iya, kembalilah untukku , raihlah bahuku lalu katakan bahwa kau kembali hanya untukku, buatku tersenyum kembali seperti dulu, berikan pelukanmu setulus hatimu,dan genggam jemariku dan berjanji takan melepaskannya
Karena dengan semua itu mampu buatku rasakan kembali arti cinta dalam hidup ini

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”