Bumi yang kita kenal bulat ternyata masih saja banyak perdebatan dengan penyataan bumi itu datar.
Langit yang identik berwarna biru saat cerah ternyata bisa saja terlihat abu walaupun cuaca sedang tidak mau hujan.
Begitu pula dengan sebuah pertemuan yang tidak selamanya untuk menyatukan,
Walaupun terlihat dekat tapi nyatanya ada alasan yang lebih baik diselesaikan saja pertemuan itu.
Bumi cuma satu, kita berpijak diatasnya dan dibawah langit.
Bisa saja kelak dipertemukan lagi olehnya.
Tapi sekarang, aku pamit yah.
Disini aku tidak melihat ada yang sedang di perjuangkan.
Menciptakan sebuah pertemuan - pertemuan dalam satu waktu pun enggan.
Biarkan alam yang mempertemukan kita lagi jika dia mau,
Jika tidak, pertemuan kemarin kita cukupkan yah.
Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta
Comments
Post a Comment