Bumi yang kita kenal bulat ternyata masih saja banyak perdebatan dengan penyataan bumi itu datar.
Langit yang identik berwarna biru saat cerah ternyata bisa saja terlihat abu walaupun cuaca sedang tidak mau hujan.
Begitu pula dengan sebuah pertemuan yang tidak selamanya untuk menyatukan,
Walaupun terlihat dekat tapi nyatanya ada alasan yang lebih baik diselesaikan saja pertemuan itu.
Bumi cuma satu, kita berpijak diatasnya dan dibawah langit.
Bisa saja kelak dipertemukan lagi olehnya.
Tapi sekarang, aku pamit yah.
Disini aku tidak melihat ada yang sedang di perjuangkan.
Menciptakan sebuah pertemuan - pertemuan dalam satu waktu pun enggan.
Biarkan alam yang mempertemukan kita lagi jika dia mau,
Jika tidak, pertemuan kemarin kita cukupkan yah.
Kau begitu indah untuk dilupakan Kau terlalu sulit untuk di kenang Kau terlalu sulit untuk ku lepaskan begitu saja Semua itu karna aku begitu menyayangimu Rasa cinta yang takkan pudar oleh waktu Betapa besar kasihku padamu sehingga tak bisa ku beranjak dari belenggu kerinduan Senyumanmu yang tak mampu pergi dari benakku Dan binaran matamu yang penuhi khayalku sehingga semakin sulit aku menutup lembaran kisah kita Maafkan bila ini membuatmu resah Tak mampu ku pungkiri kau terlalu sulit tuk di lupakan Biarkan aku bermimpi dalam kesepian Mengenangmu ditemani tetesan airmata Ku yakini semuanya telah terukir abadi dengan dan takkan ada yang mampu menghapusnya
Comments
Post a Comment