Skip to main content

Aku Pamit yah

Bumi yang kita kenal bulat ternyata masih saja banyak perdebatan dengan penyataan bumi itu datar.
Langit yang identik berwarna biru saat cerah ternyata bisa saja terlihat abu walaupun cuaca sedang tidak mau hujan.
Begitu pula dengan sebuah pertemuan yang tidak selamanya untuk menyatukan,
Walaupun terlihat dekat tapi nyatanya ada alasan yang lebih baik diselesaikan saja pertemuan itu.
Bumi cuma satu, kita berpijak diatasnya dan dibawah langit.
Bisa saja kelak dipertemukan lagi olehnya.
Tapi sekarang, aku pamit yah.
Disini aku tidak melihat ada yang sedang di perjuangkan.
Menciptakan sebuah pertemuan - pertemuan dalam satu waktu pun enggan.
Biarkan alam yang mempertemukan kita lagi jika dia mau,
Jika tidak, pertemuan kemarin kita cukupkan yah.
 

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”