Skip to main content

kebencian pada rindu

aku benci ketika harus mengakui rindu
aku benci ketika menyadari bahwa ini adalah rindu
dan aku benci ketika mengetahui rindu kepadamu
mungkin rasa ini selalu berusaha menyangkal ketika ingin bertemu
mungkin selalu ada usaha tuk berdalih ketika tak ingin ada waktu yang terlewat
tawa itu rasanya tak ingin ada akhirnya
canda itu rasanya ingin selalu ada setiap senja
dan rasanya tak ingin ada cucuran air mata
ketika mengetahui akan ada titik di akhir kalimat perpisahan
ingin tuk berpura pura tidak merasakan
ingin mencoba tuk seolah olah tidak tahu
tapi rasanya semuanya menghantui dan selalu berlarian di pikiran setiap waktu nya
biarkan saja semuanya aku nikmati kerinduan ini menjadi sebuah sarapan duri setiap pagi
dan mimpi buruk setiap malamnya
ingin lari, tapi tak mampu
ingin bersembunyi, tak tau harus dimana
ingin mengakui, hah tidaaaaaak..... tidak mungkin
dan aku benci semuanya seperti ini


Comments

Popular posts from this blog

He is the one (?)

Finally aku bisa cerita juga disini..  Mulai dari tahun 2021 yang aku memutuskan untuk membuka datting apps (bukan tinder bukan bumble). Muzmatch itu semacam aplikasi yang isinya muslim semua dan mancanegara wooowww wkwkwk, karena tbh aku seneng ngobrol sama orang luar topik pembicaraanya gatau kenapa lebih banyak aja gitu. Mulai chat sama beberapa cowok nih yakaaaan.. tapi seperti biasa aku gak pernah dengan mudahnya kasih nomor WA jadi aku akan kasih instagram dan komunikasi disana, maksudnya memudahkan dia juga mengenali aku dan kalau gak oke yaudah gak usah lanjut.  Ketemulah sama cowok dari suatu negara yang orangnya sopan dan juga nyambung nih, dalam hati "okelah boleh kalau dia mau move wa". Saat itu aku lagi rajin presentasi untuk bisnis aku dan dia support dan aku sukaaaaa banget karena aku butuh itu. Lanjut dengan berbagai pertanyaan dari aku si TAURUS GIRL yang apa-apanya harus jelas dan gakmau buang-buang waktu. Bikin benteng pertahanan dong nih ceritanya: Kamu ng...

2022

Tahun dimana aku kembali bangkit! Tahun dimana aku tidak berenti untuk bersyukur.  Dan aku mau menceritakannyaaaa sekarang juga..... 

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”