Skip to main content

Putih Abu

inginku kembali hidup di masa lalu
berharap waktu dapat diputar untuk mengulang keindahan
selaluku menoleh kebelakang bagai memutar kembali jalinan cerita kala putih-abuku.
celotehan semasa SMA selalu terkenang dalam waktuku kini
seragam yang selalu dikenakan menemani cerahnya sinar mentari dikala itu
hukuman, amarah, dan teguran guru menguntai cerita lucu yang terkenang
tawa canda duka lara selalu terbagi dalam sela waktu yang ada
Dan saat aku tiba pada hari ini,aku akan terus mengenang semasa itu
masa putih abuku
masa masa aku memiliki emosi yang labil masa dimana aku memiliki teman dan sahabat yang sangat peduli
waktu akan terus berjalan dan tak akan berhenti walau sebentar. Namun kenangan kala itu akan tetap terlihat dalam rangkaian memoriku , dan pahatan demi pahatan kisah kan terus terbenak dalam kehidupanku kelak.

Comments

Popular posts from this blog

kaulah arti cinta

Dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat dengan pelukan Dalam kesendirianku Kau isi dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku tulusmu menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir mengisi mimpiku Saat aku terjatuh Kau sedia menopangku Saat ku rapuh Kau mampu menuntunku Dan disaat aku terpuruk Kau hadir dengan penuh keyakinan memberikan semangat Tiada kata yang terindah untuk mu Karna kaulah arti dari sebuah cinta

cinta itu.....

Cinta itu bukan berarti modal awal untuk memiliki seseorang Tapi hadir untuk memberi kebahagiaan Cinta mampu merelakan orang yang kita cintai bahagia walau pun dengan orang lain Cinta yang suci berasal dari hati yang ikhlas Cinta sejati adalah untaian kata yang memiliki beribu arti Cinta memang butuh pengorbanan tapi tak berarti mengorbankan segalanya yang beralaskan materi Cinta itu akan sempurna bila hati mampu memberi dengan setulus hati

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”