Skip to main content

kamulah

kupandang wajahmu dengan mataku
ku ukir namamu dihatiku
tanganku sedia merangkulmu
saat kamu kehilangan semua yang kamu miliki,
kecuali dengan aku, hingga kapanpun takkan pernah kamu kehilanganku
karna aku akan selalu dan selamanya untukmu
izinkan pundakku untuk menjadi sandaran kegelisahanmu
izinkan langkahku menemani langkah kakimu,
tertawa menangis bersama
sahabatku,
genggam tanganku, kita arungi badai bersama
hingga luka menjadi bahagia
dan lara menjadi ceria
karnamu aku tersenyum
dan karnamulah alasanku untuk tetap tinggal disini

Comments

Popular posts from this blog

He is the one (?)

Finally aku bisa cerita juga disini..  Mulai dari tahun 2021 yang aku memutuskan untuk membuka datting apps (bukan tinder bukan bumble). Muzmatch itu semacam aplikasi yang isinya muslim semua dan mancanegara wooowww wkwkwk, karena tbh aku seneng ngobrol sama orang luar topik pembicaraanya gatau kenapa lebih banyak aja gitu. Mulai chat sama beberapa cowok nih yakaaaan.. tapi seperti biasa aku gak pernah dengan mudahnya kasih nomor WA jadi aku akan kasih instagram dan komunikasi disana, maksudnya memudahkan dia juga mengenali aku dan kalau gak oke yaudah gak usah lanjut.  Ketemulah sama cowok dari suatu negara yang orangnya sopan dan juga nyambung nih, dalam hati "okelah boleh kalau dia mau move wa". Saat itu aku lagi rajin presentasi untuk bisnis aku dan dia support dan aku sukaaaaa banget karena aku butuh itu. Lanjut dengan berbagai pertanyaan dari aku si TAURUS GIRL yang apa-apanya harus jelas dan gakmau buang-buang waktu. Bikin benteng pertahanan dong nih ceritanya: Kamu ng...

2022

Tahun dimana aku kembali bangkit! Tahun dimana aku tidak berenti untuk bersyukur.  Dan aku mau menceritakannyaaaa sekarang juga..... 

Hampir saja sempurna

“… dan pada akhirnya dia memutuskan berlari bukan untuk menghampiri namun dia memilih pergi, tidak menyakiti melainkan memilih untuk memantaskan diri. Hingga akhirnya nanti dia akan kembali untuk memiliki. Ternyata semuanya hampir sempurna. Hanya saja kamu tidak sabar menanti, dan memilih berhenti untuk mencintai.”